Manajemen Risiko
Diposting tanggal: 12 Desember 2019

MANAJEMEN RISIKO

Sebagai Perusahaan agribisnis terintegrasi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dibutuhkan pengelolaan Perusahaan secara sehat.  Salah satu pilar pengelolaan perusahaan secara sehat berdasarkan Good Corporate Governance adalah penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi.

Dalam rangka meletakkan dasar penerapan manajemen risiko bagi seluruh insan PTPN V (termasuk dalam hal ini Komisaris, Direksi beserta jajaran di bawahnya),  PTPN V telah menerbitkan Pedoman Manajemen Risiko yang telah disahkan pada tanggal 23 Desember 2014.  Sejalan dengan itu PTPN V terus mengembangkan implementasi manajemen risiko dengan tujuan akhir bahwa manajemen risiko tidak hanya sebatas kewajiban, namun manajemen risiko merupakan sebuah kebutuhan agar memudahkan PTPN V dalam pencapaian target jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada tahun 2018, PTPN V telah melakukan revisi terhadap Pedoman Manajemen Risiko yang telah ditandatangani oleh Direksi pada tanggal 30 Nopember 2018. Adapun maksud revisi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Penyederhanaan terhadap Buku Pedoman Manajemen Risiko yang semula terdiri dari 3 buku menjadi 1 buku.
  2. Pemenuhan standart Manajemen Risiko ISO 31000:2009.
  3. Adanya perubahan struktur organisasi di PTPN V.
  4. Adanya pembangunan aplikasi Risk Management Online System untuk menunjang kemudahan dalam proses kerja manajemen risiko.
  5. Integrasi Manajemen Risiko dengan proses bisnis lainnya.
  6. Memenuhi saran dari Tim Assessor saat dilaksanakan Assessment GCG tahun 2017.

Berdasarkan pedoman manajemen risiko tersebut maka PTPN V secara resmi merujuk prinsip, kerangka kerja dan proses manajemen risiko ISO 31000:2009 yang merupakan standar internasional yang menyediakan prinsip dan panduan generik untuk penerapan manajemen risiko. Standar Internasional ini telah diadopsi oleh Badan Standarisasi Nasional berdasarkan Keputusan Kepa­la BSN Nomor : 173/KEP/BSN/10/2011 sehingga di Indonesia penyebutannya menjadi SNI ISO 31000:2011.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO

Berdasarkan program kegiatan manajemen risiko tahun 2019, penerapan manajemen risiko masih melanjutkan program kegiatan tahun 2018 yaitu:

Bidang Kegiatan
Budaya Pemantauan terhadap Top Corporate Risk  .
Pembuatan kajian risiko atas seluruh kegiatan investasi dan kegiatan baru yang dilakukan perusahaan
Penerapanmetode penilaian karyawan golongan IIIA-IVD (CBPM) yang mempertimbangkan penerapan manajemen risiko secara individu
Sistem Pelaksanaan In house training/workshoprisk assessment bagi risk owner secara online melalui aplikasi Risk Management Online System
Keahlian Seluruh proses manajemen risiko dilakukan secara mandiri (tidak melibatkan narasumber pihak eksternal)
Aplikasi Penyempurnaan Aplikasi Risk Management Online berbasiskan Web untuk menunjang proses manajemen risiko mulai dari risk assessment  sampai dengan pemantauan penerapan manajemen risiko

Dalam rangk aintegrasi Proses Manajemen Risiko kedalam proses bisnis Perusahaan, pada tahun 2016 Sub Bagian Manajemen Risiko bekerjasama dengan Sub Bagian Teknologi Informasi dengan membangun suatu aplikasi Risk Management yang berbasiskan web dan diberi nama Risk Management Online System disingkat dengan “RiMOS”.   Dengan adanya aplikasi ini akan sangat membantu dalam proses pelaksanaan risk assessment oleh risk owner,  dan setiap risiko yang diinput dapat dilihat secara real time oleh Sub Bagian Manajemen Risiko.

Diharapkan kedepannya dengan adanya “RiMOS” ini dapat mengintegrasikan dengan Audit SPI, Penilaian Kinerja SDM/CBPM dan penyusunan RKAP.

TOP TWENTY CORPORATE RISK

Sesuai dengan sasaran yang akan dicapai pada tahun 2019, maka ditetapkanlah Top Twenty Corporate Risk.  Penetapan Top Twenty Corporate Risk ini berdasarkan kriteria :

  1. Risiko tersebut mayoritas memiliki kemungkinan kejadian dihampir setiap unit kerja dan tertuang dalam RKAP/KPI
  2. Risiko tersebut memiliki dampak dengan nilai signifikan (baik dampak finansial, non finansial, operasional maupun reputasi)
  3. Risiko tersebut berkaitan dengan aspek legal yang sangat memungkinkan menjadi permasalahan hukum bila gagal dikendalikan
  4. Risiko tersebut berkaitan dengan eksternal yang dalam pengelolaannya membutuhkan effort yang komprehensif dan terpadu.

Berdasarkan kriteria di atas, maka yang menjadi Top 20 Corporate Risk PTPN V tahun 2019 adalah:

No Risiko L K Tingkat Risiko
1 Risiko Harga Jual 4 5 20
2 Risiko Legalitas Lahan 4 5 20
3 Risiko Avalist 4 5 20
4 Risiko Produktivitas Tanaman 4 5 20
5 Risiko Produktivitas Pabrik 5 4 20
6 Risiko Pasokan Bahan Baku 5 4 20
7 Risiko Harga Pokok 5 4 20
8 Risiko Likuiditas 4 4 16
9 Risiko Mutu Produk 4 4 16
10 Risiko Loses 4 4 16
11 Risiko Cuaca 5 3 15
12 Risiko Pencemaran Lingkungan 3 4 12
13 Risiko Kebakaran Lahan 4 3 12
14 Risiko Kebijakan Pemerintah 3 3 9
15 Risiko Standarisasi Mutu 2 4 8
16 Risiko Tenaga Kerja 2 4 8
17 Risiko Integritas SDM 2 4 8
18 Risiko Kepatuhan 2 4 8
19 Risiko Kecelakaan Kerja&Penyakit Akibat Kerja 2 4 8
20 Risiko Risiko Akurasi & Keamanan Data 2 3 6