Percaya Nggak? Harbolnas Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2018

Jakarta,Angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018 yang dibacakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto pagi hari tadi ternyata belum bisa mencapai target pemerintah yang sebesar 5,4%.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2018 yang berada di level 5,17% telah melampaui prediksi dari konsensus pasar.

Bahkan capaian tersebut merupakan yang tertinggi di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

ila melihat berdasarkan lapangan usaha penyumbang PDB, Industri Pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi tahun lalu dengan sumbangsih nilai sebesar 0,91%.

Sedangkan lapangan usaha pada kelompok Perdagangan Besar dan Eceran menyusul di posisi kedua dengan sumbangsih nilai pertumbuhan ekonomi sebesar 0,66%.

Namun, industri pengolahan jenis Makanan dan Minuman pada 2018 yang tumbuh sebesar 7,91%, tercatat lebih lambat dibandingkan pada 2017 yang mampu tumbuh 9,23%.

Menurut Suhariyanto, melambatnya industri Makanan dan Minuman disebabkan oleh melambatnya produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) tahun lalu.

Amblasnya harga CPO sepanjang 2018 memberi andil pada perlambatan produksi. Selain itu, naiknya bea impor India untuk produk-produk kelapa sawit membuat permintaan dari Negeri Bollywood tersebut juga terpangkas.

Setidaknya, Industri Pengolahan Tembakau juga bisa kembali tumbuh sebesar 3,52% di tahun 2018, setelah terkontraksi 0,64% pada tahun sebelumnya.

Selain itu subkelompok usaha Perdagangan Besar dan Eceran Bukan Mobil dan Sepeda Motor mampu tumbuh 4,99% di tahun 2018, mengalahkan pertumbuhannya di tahun 2017 yang hanya sebesar 4,36%. Masih menurut Suhariyanto, peningkatan penjualan selama Harbolnas menyebabkan meningkatnya angka pertumbuhan penjualan tersebut.

Pada tahun 2018, Harbolnas memang mendapat dukungan penuh dari tiga kementerian, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Bahkan menurut Indta Yonathan, Chairman of Harbolnas Commite 2018 dalam penuturannya pada CNBC Indonesia November lalu, target penjualan selama 2 hari harbolnas mencapai Rp 4,7 triliun.

Nampaknya, pesatnya perkembangan teknologi memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20190206135412-17-54057/percaya-nggak-harbolnas-dorong-pertumbuhan-ekonomi-2018