Agusrizal Sebut Kualitas Sawit Indonesia Nomor Satu di Dunia

JAMBI – Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Provinsi Jambi pada periode 15-21 Februari 2019, kembali alami kenaikan sebesar Rp 31,33 atau Rp1.500,55.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi harga TBS, satu di antaranya kenaikan harga dipengaruhi oleh musim. Jika musim hujan membuat trek TBS berkurang, musim kemarau yang membuat kualitas TBS menurun.

Harga juga tergantung dengan permintaan dari luar negeri, meningkat atau malah menurun. Pada Minggu ini permintaan CPO meningkat dan permintaan dari luar negeri juga sedang naik menjadi Rp 6.800.

“Untuk tren di tahun 2019 ini, diperkirakan akan alami kenaikan, jika dicermati di setiap tahunnya, kita perkirakan kedepan akan naik terus, nanti turunnya itu di akhir tahun seperti Desember ke Januari,” ujarnya.

Ia juga mengatakan kualitas kelapa sawit Indonesia juga masih termasuk yang paling unggul di dunia. “Kualitas Sawit Indonesia masih urutan nomor satu di dunia,” katanya.

Dikatakan Roy Asnawi, Ketua Apkasindo Provinsi Jambi kenaikan harga dari minggu lalu yang juga mengalami kenaikan walau sedikit. “Syukur kali ini lumayan tinggi kenaikannya,” ujar Roy, Jumat (15/2).

Diketahui harga rata-rata CPO periode ini adalah Rp 6.823,4, dengan harga inti sawit Rp 4.133,25 dan indeks K yakni 87,73 persen.

“Harga TBS Minggu ini untuk usia tanam 3 tahun adalah Rp 1.178,57, usia tanam 4 tahun Rp 1.251,55, usia tanam 5 tahun Rp 1.309,67, usia tanam 6 tahun Rp 1.364,80, dan usia tanam 7 tahun Rp 1.399,32 masing-masing perkilogram,” ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk usia tanam 8 tahun senilai Rp 1.428,46, usia tanam 9 tahun Rp 1.456,98, usia tanam 10 sampai dengan 20 tahun Rp 1.500,55, usia 21 hingga 24 tahun Rp 1.454,44, dan di atas 25 tahun Rp 1.385,94 masing-masing per kilogram.

Dikatakan Agusrizal produksi minyak kelapa sawit di Provinsi Jambi setiap tahunnya di ekspor ke luar negeri sebanyak kurang lebih sekitar 1,6 juta ton termasuk sepanjang tahun 2018 lalu. Ekspor minyak kelapa sawit tersebut tidak pernah ditargetkan sama sekali, semua tergantung terhadap jumlah panen yang dihasilkan dari petani.

“Negara-negara tujuan ekspor yang paling penting adalah RRT, India, Pakistan, Malaysia, dan Belanda,” jelasnya.

Ia menjelaskan, TBS kelapa sawit di Jambi saat ini sudah mulai membaik dan trek mulai berkurang. Untuk penghasil kelapa sawit dengan lahan terluas ada dibeberapa wilayah, lahan produksi kelapa sawit terdapat dalam delapan Kabupaten. Satu di antaranya yang terluas Kabupaten Muarojambi dengan kisaran 80 ribu hektare.

“Paling luas di Muaro Jambi, tetapi kabupaten lain juga memiliki luas lahan kelapa sawit, juga komoditi lainnya seperti karet dan pinang dari Tanjabbar sesuai daerahnya,” pungkasnya.

 

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2019/02/17/agusrizal-sebut-kualitas-sawit-indonesia-nomor-satu-di-dunia